Sabtu, 14 Mei 2011

Tenis Meja

Perkenalanku dengan seorang bapak-bapak keturunan Belanda Ambon dan Cirebon membuatku makin giat berlatih tenis meja. Terlebih beliau telah banyak membantuku, diantaranya hingga aku dapat memiliki bet  yang untuk ukuranku sangat mahal.

Awalnya aku tidak banyak mengenal tipe dan macam bet, dari kayu maupun jenis karetnya. Dan ternyata dari bet itulah sangat mempengaruhi karakter permainan seseorang dan sangat mempengaruhi jenis-jenis pukulan. Ternyata tenis meja lebih mengasikkan dari bulutangkis, lebih murah dan tidak terlalu banyak membutuhkan tenaga dan waktu. Tinggal mengeluarkan dan memasang meja tenis, tidak perlu keluar rumah jauh-jauh ke hall seperti halnya bulutangkis. Lebih banyak seninya karena kita lebih banyak mengeksplor jenis-jenis pukulan struk, spin dan cop. Di lain hal juga bapak yang akrab dipanggil Pak Saipul bewok itu memiliki pengalaman batin yang unik dan menyenangi batu cincin.

Sabtu, 07 Mei 2011

10 Ide Go Green Paling Unik

Hotel menawarkan makanan gratis bagi tamu yang menghasilkan listrik.
 
Crown Plaza Hotel di Kopenhagen, Denmark, menawarkan makanan gratis untuk setiap tamu yang mampu menghasilkan listrik untuk hotel melalui sepeda yg melekat pada generator. Para tamu harus memproduksi watt setidaknya 10 tenaga listrik – atau sekitar 15 menit bersepeda,Mereka kemudian akan diberikan voucher makan senilai $36.

Kamis, 05 Mei 2011

Tentang AYAH

Segera Bangkit
Ternyata ayah itu MENAKJUBKAN!!!!

Ayah ingin anak-anaknya punya lebih banyak kesempatan daripada dirinya,
menghadapi lebih sedikit kesulitan, lebih tidak tergantung pada siapapun,
dan (tapi) selalu membutuhkan kehadirannya.

Ayah hanya menyuruhmu mengerjakan pekerjaan yang kamu sukai.
Ayah membiarkan kamu menang dalam permainan ketika kamu masih kecil,
tapi dia tidak ingin kamu membiarkannya menang ketika kamu sudah besar.
Ayah tidak ada di album foto keluarga, karena dia yang selalu memotret.
Ayah selalu tepat janji!

Rabu, 02 Maret 2011

Buat Apa Sholat?

Anak : Pa, solat itu buat apa sih?
Ortu : (menghardik) Udah, lu jangan tanya-tanya macem-macem.. kapir lu nanti!
Anak : (terdiam)

Belasan tahun kemudian, si anak bertemu lagi dengan saya. Mana saya tahu kalau dia dulu tunya-tanya kayak gitu kan ? Biar gampang, kita sebut aja dia Boni.

Saya : Woy, jumatan atuh.. orang-orang udah pada ngabur!

Boni : Hoream ah…. keur naon solat? (males ah, buat apa sholat?)
Saya : (untung ajah, dulu kenyang di plonco adik PAS) Dasar.. Ari kamu sholat buat apa?

Selasa, 01 Maret 2011

Penyesalan Selalu Datang Terlambat

Semuanya itu disadari John pada saat dia termenung seorang diri, menatap kosong keluar jendela rumahnya. Dengan susah payah ia mencoba untuk memikirkan mengenai pekerjaannya yang menumpuk. Semuanya sia-sia belaka. Yang ada dalam pikirannya hanyalah perkataan anaknya Magy di suatu sore sekitar 3 minggu yang lalu. Malam itu, 3 minggu yang lalu John membawa pekerjaannya pulang. Ada rapat umum yang sangat penting besok pagi dengan para pemegang saham.