Tampilkan postingan dengan label Jejak Khilafah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jejak Khilafah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 31 Juli 2012

Dimanakah Al-Mu'tasim Hari Ini?

[segera bangkit]
Dahulu, di masa keemasan Islam, ada seorang teladan abadi sepanjang masa. Dia adalah khalifah al-Mu’tasim, khalifah Bani Abbasiyah (833-842 Masehi). Dialah yang menyambut seruan seorang muslimah yang dilecehkan tentara Romawi dengan mengirimkan pasukan untuk menyerbu kota Ammuriah dan melibas seluruh tentara kafir Romawi di sana hingga bebaslah sang muslimah tadi dari tawanan Romawi. Kini, ketika ribuan muslimah dan muslim ditawan tentara-tentara kafir, dimanakah Al-Mu’tasim hari ini?


Teladan Heroik Pejuang Muslim 
Kisah heroik Al-Mu’tashim dicatat dengan tinta emas sejarah Islam dalam kitab al-Kamil fi al-Tarikh karya Ibn Al-Athir. Peristiwa bersejarah tersebut terjadi pada tahun 223 Hijriyyah, dalam judul Penaklukan kota Ammuriah. 

Selasa, 22 Mei 2012

Politik Cara Nabi


Orang Barat lebih melihat ke bumi, orang Timur lebih melihat ke langit ~
Ungkapan diatas, dikutip dari Sayid Muhammad Baqr Ash-Shadr, ini merupakan justifikasi yang memang terjadi pada realita kehidupan saat ini. Orang barat yang tergila-gila dengan konsep imperialisnya, yang menghendaki pemenuhan kepuasan kepada materi sementara orang Islam berpolitik di muka bumi sebagai Khalifah sebagaimana titah dari langit, sehingga bertendensi religius.

Minggu, 25 Desember 2011

Islam: Spirit Perlawanan Terhadap Belanda

[segerabangkit]
Jika kita menelusuri buku-buku sejarah Belanda dan Indonesia maka akan kita temukan bahwa perlawanan terhadap kolonialisme Belanda disebabkan oleh penindasan dan eksploitasi yang dilakukan oleh Belanda. Kita pun akan menemui bahwa perlawanan tersebut karena keinginan Indonesia untuk meraih kemerdekaan. Perlawanan rakyat Indonesia tidak ada hubungannya dengan Islam atau Kekhalifahan Islam.
Untungnya, bagi mereka yang mencari kebenaran, Perpustakaan Kerajaan Belanda baru-baru ini menyediakan di internet isi koran-koran Belanda pada periode 1618 - 1995. Ulasan pada koran-koran terbitan lama itu dapat memberikan informasi tentang peristiwa-peristiwa bersejarah seperti yang ditulis saat peristiwa-peristiwa itu terjadi. Dengan menggunakan informasi yang tertulis dalam koran-koran tersebut, periode kolonialisme Belanda di Indonesia dapat dicek ulang secara independen. Dengan informasi tersebut itu pula, ‘sudut pandang’ dalam buku-buku sejarah yang beredar saat ini dapat diverifikasi ulang.

Hubungan Perlawanan di Indonesia dengan Khilafah

[segerabangkit]
Sudah menjadi rahasia umum di kalangan orang/pejabat Belanda bahwa banyak sultan-sultan di Indonesia memberikan baiatnya (sumpah kesetiaan dan kepatuhan) kepada Khalifah di Istanbul. Dengan itu secara efektif kaum Muslim di wilayah Sultan itu menjadi warga negara Khilafah [Negara Islam].
Kaum Muslim di Aceh adalah yang paling menyadari akan status mereka. Koran Sumatera Post menulis tentang ini pada tahun 1922: “Sesungguhnya kaum Muslim Aceh mengakui Khalifah di Istanbul.”